Senapan Mesin


Senapan mesin (machine gun) dibuat pertama kali oleh Hiram Maxim tahun 1883 dan dipatenkan tahun 1885. Senaoan mesin ini digunakan dalam perang kolonial di Afrika Selatan dan perang Rusia-Jepang (1904-1905).

Setelah PD I, senapan mesin menjadi senjata peperangan di darat dan anti pesawat terbang. Senapan mesin yang banyak digunakan adalah buatan Maxim dan variannya. Selain itu ada Browning M1919 Gothkiss. Kemudian muncul senapan mesin berkaliber besar .50" atau 12.7 mm seperti Browning M2 dan DShK-12.7 (Rusia). Pada PD II tentara Jerman membuat senapan mesin massal yaitu MG42 lalu MG43. Senapan mesin ini berkaliber sedang, mudah dibawa, serta dapat menggunakan bipod atau tripod sehingga menjaadi tren setter bagi senapan-senapan mesin modern kaliber sedang seperti MAG, M60, PKM.

Senapan mesin kaliber sedang dan besar, sebagian besar memiliki laras yang dapat diganti. Sehingga memungkinkan laras dapat cepat diganti jika terlalu panas (mengakibatkan penurunan ketepatan dan penurunan umur laras). Sistem pungumpan peluru (feeding system) untuk senapan mesin kaliber besar biasanya menggunakan sabuk (belt) yang berisi 50-100 ronde peluru dan 100-250 amunisi untuk kaliber menengah. Sedangkan untuk kelas menengah dan kecil dapat menggunakan sabuk atau magazin / cartridge yang berisi 100-250 amunisi. Pada beberapa senapan mesin, sistem umpan dapat menggunakan sabuk atau magazin tanpa perlu modifikasi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar